Di tengah – tengah faham yang
dengan tegas mengatakan bahwa Tuhan itu ada dan faham yang dengan tegas mengatakan bahwa Tuhan itu tidak ada ,
terdapat pula faham yang ragu – ragu tentang adan atau tidak adanya Tuhan itu. Inilah
faham “agnosticisme” atau disebut pula “scepticisme”. Menurut sejarahnya,
istilah agnostic ini berasal dari Henry Huxly (1825-1895), sebagai lawan dari
kata “gnostic” yang menyatakan bahwa pengetahuan positif tentang Tuhan dapat
diperoleh manusia. Menurut Henry Huxly, pengetahuan postif tentang Tuhan itu
tidak mungkin dapat diperoleh manusia. Menegnal alam yang nyata saja manusia
tidak dapat memperoleh pengetahuan sepenuhnya apalagi tentang Tuhan yang bersifat ghaib. Dalam hal ini agnosticisme,
tidak berani secara tegas menyatakan bahwa Tuhan itu tidak ada dan tidak pula
berani menyatakan bahwa Tuhan itu ada. Oleh karena itu cocok sekali ada yang menyebut
faham scepticisme (faham ragu – ragu).
Kamis, 22 Desember 2016
Pengertian Atheisme
Atheisme berpendapat dengan tegas
bahwa Tuhan itu tidak ada. Menurut faham ini, adanay Tuhan itu tidak masuk akal
dan tidak pula dapat dibuktikan. Faham inilah yang diyakini oleh ajaran
Komunisme yang sangat berbahaya terhadap agama –agama di dunia ini. Faham ini
sebetulnya bertentangan dengan fitrah atau naluri manusia di mana pada
hakikatnya setiap manusia itu mengakui adanya dzat Pencipta. Baik atheisme atau
naturalisme, di Indonesia itu terlarang artinya tidak mempunyai hak hidup.
Pengertian Naturalisme
Naturalisme adalah kelanjutan dari
faham Diesme. Jika diesme berpendapat bahwa Tuhan setelah menciptakan alam ini,
lalu pergi dan tidak tahu menahu terhadap alam, sebab alam sudah mempunyai
hukum – hukum yang pasti, maka “natularalisme” lebih ekstrim lagi yaitu
berpendapat bahwa alam ini di samping sudah punya hukum – hukum yang pasti,
juga telah sempurna dan tidak perlu lagi adanya Pencipta. Menurut faham ini,
alam itu jadi dengan sendirinya, menurut thabi’atnya yaitu hukum sebab dan akibat
atau sebab dan musabab.
Pengertian Theisme
Theisme berpandapat bahwa Tuhan
itu dekat dengan alam sebagaimana pendapat pantheisme. Disamping itu theisme
masih berkeyakinan bahwa alam itu butuh terhadap Tuhan setelah diciptakan
Tuhan. Sehingga theisme mengakui adanya do’a (permohonan kepada Tuhan) dan
mangakui pada adanya mu’jizat.
Pengertian Pantheisme
Pantheisme berpendapat bahwa
seluruh kosmos ini adalah Tuhan. Pan berarti seluruh; theis berarti Tuhan. Menurut
faham ini, setiap benda yang dapat ditangkap dengan indera adalah bagian dari
Tuhan. Diri sendiri adalah Tuhan demikian dengan orang lain. Jika Diesme
berpendapat bahwa Tuhan itu transchendent, maka Pantheime sebaliknya, yaitu
berpendapat bahwa Tuhan itu immanent (ada dalam alam).
Faham ini masih menganggap Tuhan
satu (monotheisme) dan Tuhan itu tak terbatas kesabarannya juga tak berubah. Alam
yang dapat diindera dan merupakan bagian dari Tuhan adalah Illusi khayalan
belaka.
Pengertian Deisme
Deisme adalah salah satu bentuk
monotheisme berasal dari bahasa Latin. Deus berarti tuhan. Paham ini
berannggapan bahwa Tuhan berada jauh dari alam (trancendent) kebalikan arti
dari immanent (ada dalam alam). Menurut faham deisme, setelah Tuhan mencipta
alam ini, ia pergi dan jauh dari alam, bahkan tidak memperhatikan dan mengurus
alam ini. Sebaliknya, alam juga tidak lagi memerlukan Tuhan, karena alam
setelah diciptakan Tuhan itu, berjalan menurut mekanisme tertentudan menurut
aturan alam. Oleh karena itulah dalam faham deisme, tidak ada istilah Mu’jizat,
karena alam telah punya hukum – hukum yang telah pasti.
Langganan:
Postingan (Atom)